
JAKARTA, KOMPAS.com – Para pelaku perampokan Toko Emas Sejahtera, Jl. Jurang Mangu Timur, Pondok Aren, Tangerang tak bisa berlama-lama bersembunyi. Hanya berselang 24 jam dari aksi perampokan tersebut, pihak Polresta Tangerang menemukan dan menyeret tiga orang yang terlibat dalam perampokan tersebut.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Mapolresta Tangerang Komisaris Shinto Silitonga, penyidik mengidentifikasi pelaku berdasarkan sketsa wajah pelaku yang dibuat oleh sesuai keterangan para saksi dari karyawan toko emas.
“Segera setelah mengidentifikasi pelaku, tim melakukan melakukan penyelidikan di wilayah Tangerang,” jelas Shinto dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (11/1/2013).
Penangkapan pertama terhadap pelaku dilakukan hanya 8 jam setelah peristiwa perampokan itu. Salah satu pelaku, FZM (19) ditangkap di rumahnya di Kel. Tanah Tinggi, Kamis (10/1/2013), sekitar pukul 00.30 WIB.
“Dari FZM disita 1 unit motor jenis Revo yang dipakai para pelaku ke TKP, termasuk beberapa pakaian dan syal yang dipakai para pelaku,” kata Shinto.
Selesai merampok, para pelaku ternyata menggunakan rumah FZM untuk konsolidasi. Penyidik lalu mengejar pelaku lain, dan melakukan penangkapan terhadap rekan FZM bernama AS alias Sub (18) di SPBU Daan Mogot, Tangerang pada pukul 13.30 WIB.
“Pelaku sempat membuang bungkusan plastik ketika akan dilakukan penangkapan, namun berhasil ditemukan kembali oleh penyidik,” kata Shinto.
Dalam bungkusan itu ditemukan berbagai perhiasan emas. Pelaku pun mengakui bahwa perhiasan-perhiasan tersebut adalah merupakan hasil perampokan toko emas di Pondok Aren.
“Berdasarkan keterangan pelaku bernama Sub, mereka membagi hasil rampokan di rumah FZM, dan dia dibagi 1 kantongan plastik. Sisanya dibawa oleh FA alias Fer,” kata Shinto.
Berdasarkan keterangan inilah, penyidik kemudian membekuk FA alias Fer (30) di Cikande, Serang. Pria ini ditangkap dalam perjalanan ke Lampung.
“Penyidik memanfaatkan situasi jalan raya yang ketika itu macet total di jalur Balaraja-Cikande untuk screening, dan berhasil mengidentifikasi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan AS dan FZM,” ujar Shinto.
Keterangan yang diperoleh termasuk ciri-ciri pakaian dan tas yang dikenakan saat melarikan diri. Dari tas tersebut penyidik menemukan 1 unit airsoft gun berwarna hitam, 1 kotak peluru gotri, dan beberapa perhiasan emas.
Dari pemeriksaan lanjutan terhadap para pelaku ditemukan informasi bahwa Fer dan Sub sudah melakukan perampokan di Indomaret Tanah Tinggi, Tangerang pada tanggal 8 Januari 2013. Sebelumnya Fer dan Sub juga terlibat dalam perampokan Alfamart di Bitung, 30 Desember 2012.
“Dalam dua aksi perampokan ini, pelaku mengambil rokok dan uang sekitar 1,1 juta rupiah dari 2 minimarket tersebut,” jelas Shinto.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan airsoft gun yang sama dalam aksi perampokan di Pondok Aren. Namun aksi ini terekam dalam CCTV yang sudah dipasang di minimarket itu. Peristiwa perampokan toko emas di Pondok Aren terjadi tepat saat toko akan ditutup.
Dua pelaku yang menggunakan motor berhenti di depan toko, dan kemudian salah satu menggunakan senjata mirip senjata api untuk menodong karyawan toko emas serta memasukkan sejumlah perhiasan emas dari etalase toko ke dalam tas ransel pelaku dan kemudian segera melarikan diri.



![XIAOMI SMART CAM, CCTV KECIL HARGA MINIM! [PARADE CCTV MURAH]](https://blog.jakartacctv.co.id/wp-content/uploads/2018/04/Smart-IP-cam-murah-2-218x150.jpeg)