
Sumber: Ilustrasi perampokan yang terekam kamera CCTV
Beberapa hari belakangan ini, kian marak diberitakan mengenai aksi perampokan yang terjadi terhadap beberapa minimarket di Ibukota dan sekitarnya. Entah mengapa, modus operandi yang digunakan kawanan perampok selalu sama, yakni pada saat dinihari ketika minimarket hanya dijaga segelintir karyawan tanpa petugas satuan pengaman (Satpam).
Seperti yang saya baca barusan saat membuka situs Kompas.com, kawanan perampok beraksi di lima wilayah DKI Jakarta, dengan targetnya adalah minimarket yang buka selama 24 jam penuh, seperti Indomaret, Alfamart, Circle K, dan juga 7 Eleven. Banyak dari mereka yang mengandalkan senjata tajam dan juga senjata api rakitan untuk menakut-nakuti karyawan yang sedang bertugas.
Menjadi sebuah dilema adalah, beberapa minimarket itu tidak mempunyai standar pengamanan yang memadai, seperti Satpam, dan kamera CCTV. Tentunya ketiadaan dua hal yang sangat penting itu, menjadi santapan empuk para perampok.
Di dekat tempat saya tinggal saja, berderet tiga minimarket dengan jarak seratus meter, yang letaknya strategis karena berada di titik jalan utama, yaitu perempatan Roxy – Jalan KH. Hasyim Ashari. Namun, ya itu tadi, ketiganya tidak ada satupun yang dilengkapi kamera CCTV, hanya di pasang beberapa buah cermin cembung berfungsi untuk mengetahui siapa yang mengutil di dalam toko, namun tidak bisa mencegah terjadinya perampokan. Pun begitu, kalau malam hari, di depan minimarket tidak ada satupun Satpam yang menjaga keamanan toko. Hanya mengandalkan tukang parkir, tentunya tidak bisa apa-apa saat menghadapi kawanan perampok yang selalu membawa senjata, baik senjata tajam mapun senjata api.
Padahal, dengan adanya CCTV dan juga petugas kemananan saja tidak menjamin agar minimarket tersebut bebas dari kawanan rampok, justru ini sama sekali tidak ada, yang membuat kawanan perampok leluasa mengancam penghuni toko. Sebagai ilustrasi, saya yang biasanya malam hari pergi ke minimarket untuk membeli keperluan sehari-hari seperti mie, kopi dan juga rokok, acap kali melihat suasana toko sangat lenggang, kalau tidak dibilang sepi. Dari luasnya areal minimarket, hanya tampak tiga atau empat orang saja di dalamnya, yaitu seorang kasir, pramuniaga di display toko, dan seorang lagi di gudang serta mungkin ada lagi di gudang lainnya.
Dalam keadaan seperti itu, tampak terlihat sangat tidak aman, karena kalau datang kawanan perampok yang berjumlah lebih dari dua orang, maka akan tampak ketimpangan yang terjadi. Karena, biasanya kawanan perampok memegang senjata tajam dan berlaku sangat nekat, dibandingkan karyawan yang sama sekali tidak terlatih layaknya petugas keamanan. Atau kalau bicara kasar, milih uang atau nyawa yang selamat?
Kalau sudah begitu, menjadi pilihan logis apabila karyawan menyerah dan diikat paksa dibawah ancaman senjata si perampok. Untuk itu diharapkan kepada manajemen minimarket agar lebih meningkatkan faktor keamanan, selain kenyamanan yang utama dalam toko. Sebab kalau hal itu terjadi dan kebetulan ada beberapa pengunjung yang terjebak dalam aksi perampokan, tentunya membuat kapok masyarakat untuk membeli berbagai barang kebutuhan sehari-hari di minimarket tersebut. Dan, imbasnya adalah citra suatu minimarket di mata masyakarat akan menurun, karena di nilai tidak aman.
Sumber Ilustrasi: Kompas.com


![XIAOMI SMART CAM, CCTV KECIL HARGA MINIM! [PARADE CCTV MURAH]](https://blog.jakartacctv.co.id/wp-content/uploads/2018/04/Smart-IP-cam-murah-2-218x150.jpeg)