Polisi Periksa Puluhan CCTV Terkait Perusakan Pospol

0
156

Seorang petugas PT Jasa Marga (Persero), memantau arus lalu lintas tol melalui Traffic Information Center di Kantor Cabang Cawang Tangerang Cengkareng (CTC), Jakarta, Kamis (10/10). Jasa Marga Traffic Information Center merupakan salah satu fasilitas tambahan layanan tol yang mengelola 248 kamera CCTV dan 36 Cariable Message Sign (VMS) yang berfungsi sebagai pusat informasi lalu lintas pengguna jalan tol. Ilustrasi: Investor Daily/ANTARA FOTO/Jafkhairi/ss/ama/13

Seorang petugas PT Jasa Marga (Persero), memantau arus lalu lintas tol melalui Traffic Information Center di Kantor Cabang Cawang Tangerang Cengkareng (CTC), Jakarta, Kamis (10/10). Jasa Marga Traffic Information Center merupakan salah satu fasilitas tambahan layanan tol yang mengelola 248 kamera CCTV dan 36 Cariable Message Sign (VMS) yang berfungsi sebagai pusat informasi lalu lintas pengguna jalan tol. Ilustrasi: Investor Daily/ANTARA FOTO/Jafkhairi/ss/ama/13

JAKARTA– Pihak kepolisian memeriksa puluhan TV pemantau (closed-circuit television/CCTV), terkait perusakan Pos Polisi (Pospol) Lalu Lintas di Lampu Merah CSW, Jalan Trunojoyo dan Lampu Merah Patung Senayan, Jalan Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Penyidik sedang memeriksa CCTV dan saksi-saksi. Ada puluhan CCTV, di sekitar Jalan Mampang, Kuning, Gatot Subroto, Sudirman, Trunojoyo, sampai Fatmawati. Paling tidak satu sampai tiga dari CCTV itu, menangkap gambar pelaku,” ujar Juru Bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Rabu (12/2).

Dikatakan Rikwanto, sejumlah saksi lainnya juga sedang dimintakan untuk menjalani pemeriksaan. Namun, beberapa saksi mengaku khawatir rombongan pelaku kembali datang.

“Saksi-saksi masih minim. Memang masih ada beberapa saksi lagi, tapi enggan memberikan kesaksiannya. Mereka perlu waktu untuk diyakinkan lagi. Saksi kebanyakan bertempat tinggal di tempat yang sama, kegiatannya juga di sana. Mereka ragu-ragu, takutnya datang lagi rombongan itu,” ungkapnya.

Rikwanto melanjutkan, koordinasi dengan Garnisun TNI masih dilakukan. “Koordinasi tetap berjalan. Mereka melakukan penyelidikan sendiri. Nanti kalau ada hasil baru diinformasikan,” bilangnya.

Sementara itu, Rikwanto menyampaikan, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Putut Eko Bayuseno, meminta agar kasus ini dapat diusut tuntas. “Kapolda meminta kasus ini diusut tuntas. Perusakan simbol-simbol negara, sama juga merusak lambang negara. Ini bisa menjadi preseden buruk bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandasnya. (b1/gor)

Sumber : http://www.investor.co.id/cosmopolitan/polisi-periksa-puluhan-cctv-terkait-perusakan-pospol/77951